Brownies
Sepertinya saya perlu menulis tentang brownies ini. Makanan yang awalnya coba-coba aku bikin untuk memberi cemilan sehat buat anak-anakku, sehat sekaligus hemat, lambat laun menjadi awal keberanianku memulai usaha kuliner. Iya semua berawal dari brownies. Setiap selesai bikin brownies, pasti saya upload di laman facebook. Bukan untuk promo, hanya untuk seneng-seneng aja, eh pamer ding, bisa bikin brownies ke warga facebook.
Ternyata ajang pamerku membuahkan hasil, banyak yang penasaran dengan rasa brownies yang aku buat, kok anak-anakku lahap bener makan browniesnya. Akhirnya mereka bilang ke aku, "bikinin dong, nanti aku beli."
Aku dengan senang hati mengabulkan permohonan mereka dong.
Alhamdulillah setelah berhasil dengan brownies, dan banyak yang mereview kalau browniesku spesial banget rasanya, aku jadi makin percaya diri, buat eksekusi resep-resep di google dan juga di youtube. Pernah gagal, sering dong ga cuma pernah, menyerah, tidak ada dalam kamusku.
Keasyikan baking ini dimulai ketika sulungku memutuskan pindah universitas karena jurusan yang diambil tidak sesuai dengan yang dia inginkan.
Selanjutnya bukan hanya brownies yang aku buat, kue ultah dengan basic cake black forrest, spong cake, red velvet, rainbow cake dan lain-lain, juga kami jamah, melihat tutorial di youtube, lalu seru-seruan ikut kelas masak online maupun langsung dengan chef yang datang ke kotaku yang dipanggil oleh paguyuban tukang kue otodidak.
Kemudian tanpa kami sadari pesanan aneka snack untuk hantaran, acara pengajian, arisan, rapat dan lain-lain memenuhi papan order di Pawon Mama. Tidak setiap hari, tapi alhamdulillah bisa membantu keuangan kami yang sudah mepet.
Pawon Mama kami memberi label usaha kami dengan sebutan itu. Karena dari pawon atau dapur kami ini tidak hanya mengusung jajanan anak muda atau kekinian tapi juga memproduksi makanan-makanan tradisional, ada wajik, lemper, jadah atau ketan uli dan lain-lain.
Bersyukur ada darah tukang roti di garis keturunanku. Kakekku dulu pembuat kue di toko roti paling terkenal di Magelang. Dan bakat meroti kata saudara-saudaraku menurun padaku. Alhamdulillah.
Brownies, meski semua kue menjadi kue andalan, tetap saja brownies Pawon Mama juaranya. Inginku saat ini bisa punya toko kue sendiri, bisa fokus di sini, hingga usaha ini, nantinya bisa aku wariskan kepada salah satu anakku. Pingin banget.
Komentar
Posting Komentar